SUDAH SEHARUSNYA KITA BERSYUKUR KEPADA ALLAH SWT


Karena mencintai harta dan anak-anak adalah sesuatu yang menjadi tabiat kebanyakan jiwa, sehingga akan menyebabkan lebih dia utamakan daripada kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan hal itu akan mendatangkan kerugian yang besar.

Kecenderungan hati terhadap harta juga digambarkan oleh Allah SWT, yang Artinya : “Hai Orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. (Surat Al-Munafiqun ayat 9)

Ketertarikan orang terhadap harta akan memunculkan beberapa sikap. Kita tak perlu heran jika orang-orang akan mendekat kepada mereka yang memiliki harta melimpah. Sementara dapat kita saksikan mereka yang tak punya sepeser harta akan cenderung dijauhi orang-orang.

Kita mungkin menangis saat kehilangan harta. Sebaliknya, kita akan melonjak riang begitu memperoleh harta.Sejatinya kita harus menelisik kegembiraan kita kala mendapat harta. Kita juga harus memeriksa kesedihan kita saat berpisah dengan harta.Kita seharusnya bertanya apakah kegembiraan kita kala mendapatkan harta disebabkan hanya pada jumlahnya yang bertambah? Atau kita gembira karena kita memperoleh harta tersebut dengan jalan yang benar?

Apakah harta tersebut adalah harta halal? atau justru berasal dari harta yang haram? jika kita menyadari kita memperoleh tambahan harta dari jalan yang tidak benar lalu kita masih tetap bergembira, kita harus bertanya kita bergembira untuk apa?

Kita justru harus sedih sebab bertambahnya harta akibat diperoleh dari jalan yang Allah murkai. Jika kita amat gembira karena kita mendapat jutaan harta karena korupsi, maka sifat kecenderungan terhadap yang harta yang alami sudah bergeser. Berubah menjadi kecenderungan pada hal-hal yang salah.
Begitu pula saat kita kehilangan harta. Jika berkurangnya harta karena kewajiban-kewajiban seperti zakat atau melunasi utang, seharusnya kita bersyukur. Jika berkurangnya harta bersebab amaliyah sunah seperti infak, wakaf, menolong sesama Muslim maka justru kita harus bahagia. Sejatinya yang habis dibelanjakan di jalan Allah tak benar-benar habis.

Justru harta tersebut masih utuh dan abadi. Sebabnya, harta yang dibelanjakan di jalan Allah akan menjadi saksi perbuatan amal kita di akhirat. Sementara harta yang kita tahan sejatinya itulah yang habis. Karena tidak akan menjadi pemberat amal saat pengadilan Allah digelar di Hari Akhir. Insha Allah

Salurkan Infak Anda ke rekening Panti Asuhan Yasibu:
Mandiri                 : 144-00-1257698-6
BRI                       : 6381-01-011934-53-5
BRI Syariah          : 1005333818
a.n. Yayasan Insan Indonesia Bersatu.

wa

Sedekah memiliki lima keutamaan.


Ustadz Arifin Ilham meninggalkan pesan yang amat berharga bagi umat muslim agar bersedekah.
Pesan ini diunggahnya pada Sabtu, 18 Mei 2019 atau empat hari sebelum wafat di Rumah Sakit Gleneagle George Town, Penang, Malaysia.
Pesan Ustadz Arifin Ilham sebelum meninggal ini berupa rekaman video yang sepertinya sudah lama. Ini terlihat dari saat ia memberikan tausiyah, masih dalam keadaan sehat. Badannya pun terlihat tegap berdiri saat menyampaikan dakwah dengan suaranya khasnya yang serak tapi lantang itu.
Beliau berkata:
“Ketika seorang mengalami sakaratul maut, berandai-andai kembalikan kami ke muka bumi sedetik saja, pasti bersedekah.”
“Sedekah memiliki lima keutamaan.”
“Ibnu Qayyim Aljauzi menjelaskan, kenapa tidak disebut shalat, puasa, haji, tapi malah bersedekah? (Yang disesalkan karena tidak dilakukan).”
“Pertama sedekah sangat meringankan sakaratul maut.”
“Kedua, lampu yang paling terang di alam kubur.“
“Ketiga, pintu surga yang paling besar terbuka adalah assakhoya, yang dilewati orang dermawan.“
“Keempat, tanda ibadah diterima adalah senangnya bersedekah.“
“Kelima, paling sulit menghadapi hisab adalah harta. Darimana harta didapat dan dikemanakan.”
“Maka bersyukurlah hamba Allah yang mensedekahkan jariyah hartanya walau dia wafat, maka harta itu terus mengalir sampai hari Kiamat."

Allah Berfirman:

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ 

Arab-Latin: Wa anfiqụ mimmā razaqnākum ming qabli ay ya`tiya aḥadakumul-mautu fa yaqụla rabbi lau lā akhkhartanī ilā ajaling qarībin fa aṣṣaddaqa wa akum minaṣ-ṣāliḥīn 


Artinya: “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.”
(Al-Munafiqun: 10)
wa

Kenapa harus disimpan di Langit ???



QS. Muhammad (Nabi Muhammad) – surah 47 ayat 38

هَٰٓأَنتُمْ هَٰٓؤُلَآءِ تُدْعَوْنَ لِتُنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَمِنكُم مَّن يَبْخَلُ ۖ وَمَن يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَن نَّفْسِهِۦ ۚ وَٱللَّهُ ٱلْغَنِىُّ وَأَنتُمُ ٱلْفُقَرَآءُ ۚ وَإِن تَتَوَلَّوْا۟ يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوٓا۟ أَمْثَٰلَكُم

haa antum haaulaa-i tud'awna litunfiquu fii sabiili laahi faminkum man yabkhalu waman yabkhal fa-innamaa yabkhalu 'an nafsihi walaahu lghaniyyu wa-antumu lfuqaraau wa-in tatawallaw yastabdil qawman ghayrakum tsumma laa yakuunuu amtsaalakum

Artinya: Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.
Tafsir al-Jalalain (Ingatlah kalian) wahai, kalian ingatlah (kalian ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan harta kalian pada jalan Allah) maksudnya untuk menafkahkan apa yang telah diwajibkan atas kalian, yaitu zakat. (Maka di antara kalian ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri) lafal Bakhila dapat bermuta'addikan 'Ala atau 'An, untuk itu dapat dikatakan Rakhila 'Alaihi dan Bakhila 'Anhu. (Dan Allahlah Yang Maha Kaya) artinya, tidak membutuhkan infak kalian (sedangkan kalianlah orang-orang yang berhajat) kepada-Nya (dan jika kalian berpaling) dari taat kepada-Nya (niscaya Dia akan mengganti kalian dengan kaum yang lain) Dia akan menjadikan yang lain sebagai pengganti kalian (dan mereka tidak akan seperti kalian) tidak akan berpaling dari taat kepada-Nya, bahkan mereka benar-benar akan taat kepada-Nya.



wa

Berkibarlah Benderaku

Berkibarlah Benderaku Ciptaan : Ibu Sud

Berkibarlah benderaku Lambang suci gagah perwira Di seluruh pantai Indonesia Kau tetap pujaan bangsa Siapa berani menurunkan engkau Serentak rakyatmu membela Sang merah putih yang perwira Berkibarlah Slama-lamanya Kami rakyat Indonesia Bersedia setiap masa Mencurahkan segenap tenaga Supaya kau tetap cemerlang Tak goyang jiwaku menahan rintangan Tak gentar rakyatmu berkorban Sang merah putih yang perwira Berkibarkah Slama-lamanya Salurkan Shodaqoh anda ke Panti Asuhan Yasibu Mandiri:1440012576986 Bri : 6381-01-011934-53-5 Brisyariah : 1005333818 a. n. Yayasan Insan Indonesia Bersatu. Konfirmasi: 085100767634 (eka) 085895765600 (huda) #kemerdekaan #indonesiaraya #pantiasuhan #anak #yatim #dhuafa #fakir #miskin #yasibu #malang #rumah #zakat #infaq #shodaqoh #batu #surabaya #bandung #jakarta #semarang #sumatra #kalimantan #sulawesi #aceh
wa

DONASI YATIM DHUAFA P.A. YASIBU




Panti Asuhan Yasibu setiap bulannya menyantuni 100 Yatim dan dhuafa, baik di dalam maupun di luar Asrama Panti Asuhan, dengan biaya operasional kegiatan Sosial lebih dari Rp. 100 JUTA setiap bulan. Yang diantaranya untuk biaya makan, biaya kesehatan, spp sekolah, buku paket, gas, listrik, air, internet, transportasi, perawatan musholla, perawatan gedung, maunah Ustad/ Ustadah, upah kebersihan, upah keamanan, tim media dakwah.

APABILA SETIAP DONATUR MENYUMBANG Rp. 2.000,- SETIAP HARI, INSHA ALLAH AKAN TERKUMPUL DONASI YANG CUKUP UNTUK MEMBIAYAI KEGIATAN TERSEBUT.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an mengenai keutamaan menyayangi anak yatim:
“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik!””. (QS. Al-Baqarah [2]: 220).

Hadist mengenai keutamaan menyayangi anak yatim:

1. Menemani Rosulullah SAW di Surga
“Saya dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surge begini, “Kemudian beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah merenggangkannya sedikit” (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d).

2. Pengasuh Anak Yatim dijamin Masuk Surga
Rasulullah SAW bersabda:
“Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surge, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas)

3. Invetasi Amal untuk Akhirat
“Jika manusia mati maka terputuslah amalmya, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dn anak shaleh yang selalu mendo’akannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

REKENING DONASI 
1.       BCA (KCP Sukun, Kota Malang)
No. Rek. : 4485.444.999
atas nama Yayasan Insan Indonesia Bersatu Malang

2.       BANK MANDIRI (KCP Malang Galunggung)
No. Rek. : 1440.0125.7698.6
atas nama Yayasan Insan Indonesia Bersatu Malang

3.       BANK SYARIAH MANDIRI (KC MALANG PASAR BESAR)
No. Rek. : 7678.877.888
atas nama Yayasan Insan Indonesia Bersatu Malang

4.       BRI (Cabang Martadinata Malang)
No. Rek.: 0344.0100.1747.564
atas nama Yayasan Insan Indonesia Bersatu Malang

5.       BRI SYARIAH (KC MALANG SOETTA)
No. Rek. : 1005.333.818
Atas nama Yayasan Insan Indonesia Bersatu Malang

6.       BANK JATIM (Cabang Malang)
No. Rek. : 0047.714.303
Atas nama Yayasan Insan Indonesia Bersatu Malang

7.       BNI (Cabang UNIBRAW Malang)
No. Rek. : 0884.294.210
Atas nama Yayasan Insan Indonesia Bersatu Malang


"Semoga Allah melimpahkan karunia-Nya, Memudahkan segala urusan serta melancarkan rezeki kepada kita hari ini." Aamiin

Walhamdulillahirobbilalamin.


LAYANAN JEMPUT DONASI


Salah satu layanan kami dalam usaha memberikan pelayanan dan  kemudahan kepada para donatur untuk berdonasi (Zakat, Infaq, Shodaqoh, hibah & Wakaf) dan menyalurkan donasinya, adalah layanan “Jemput Donasi”.

YASIBU terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi para donatur khususnya dibidang kemudahan berdonasi, kemudahan tersebut dapat anda nikmati dengan layanan jemput donasi dan kini anda dapat dengan mudah berdonasi kapan pun dan dimana pun, hanya melalui smartphone yang anda miliki.

Bapak/Ibu bisa langsung menghubungi kami melalui nomor yang tertera di bawah halaman ini:

CALL CENTER:





Membangun Peradaban Menurut Ajaran Tuhan

Oleh : Syaifuddin Nash


Membangun peradaban suatu bangsa merupakan hak dan tanggung jawab bangsa itu sendiri. Sebagai bagian dari generasi suatu bangsa kita mesti peduli untuk membangun peradaban yang menyenangkan, tentram, damai serta adil dan sejahtera. Sudah merupakan fitrah manusia ingin hidup berbangsa dan bernegara merasakan kondisi sebagaimana disebut diatas. Untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai pelaku pembangunan sebuah peradaban wajib bekerja keras, bekerja ikhlas serta bekerja terus menerus, pantang menyerah. Sebagai manusia yang awam, kita perlu meluruskan suatu ungkapan yang sangat sering kita dengar bahkan diyakini yang akhirnya membuat kita semua berpangku tangan menyerahkan persoalan kepada Allah. Ungkapan tersebut adalah : “Kita yang Merencanakan Tetapi Allah Jualah Yang Menentukan”, alangkah bijaknya jika ungkapan itu berbunyi:”Kita Yang Merencanakan, Kita yang Menentukan dan Kepada Allah Kita meminta RidhoNya”. Selaku orang yang beriman kita mesti mendudukkan segala persoalan dengan landasan ajaran ilahi. Jika ucapan, rencana serta perbuatan  kita tidak sesuai dengan ajaran Allah maka dapat di pastikan apa yang kita cita-citakan tidak pernah wujud. Mari kita lihat firman Allah dalam Al-Quran surat Ar-rad (13) ayat 11 yang terjemahannya:”……. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri……….”. dari ayat ini jelaslah bahwa Allah memberi petunjuk kepada manusia apabila mempunyai cita-cita maka ia harus merencanakan dan ia juga harus menentukan baru selanjutnya meminta apa yang dilakukan untuk Allah ridhoi. Jadi mari sama-sama kita koreksi tentang ungkapan tersebut diatas dan jauhi sikap bahwa kita banyak bicara tapi sedikit tindakan, kata orang:”Talk Only No Action”. Kita merdekakan fikiran kita seluas-luasnya bahwa yang dimaksud kehendak Allah itu adalah segala urusan mesti merujuk kepada ajaran Tuhan terlebih-lebih lagi persoalan besar yaitu membangun peradaban suatu bangsa. Jika suatu bangsa belum dapat mencapai apa yang di cita-citakan lalu berlindung dengan ucapan bahwa kondisi yang dialami ini merupakan kehendak Allah, maka dapat dipastikan bangsa tersebut menjadi bangsa yang pemalas, mudah putus asa dan akan dilanda kebodohan serta kemiskinan. Sedangkan Allah jelas menunjuki bahwa perubahan itu mesti di tentukan bangsa tersebut tentunya dengan kerja yang sungguh-sungguh, kerja yang jujur, dapat di percaya dan mempunyai visi jauh kedepan. Intinya segala sesuatu yang kita rencanankan, kita pulalah  yang menentukan, kemudian baru kepada Allah kita bertawakkal (berserah diri).



Ajaran Allah yaitu Al-Qur’an adalah prinsip dan merupakan kitab suci yang dapat menghantarkan ummat manusia kepada kehidupan bernegara dan berbangsa yang menghantarkan rasa bahagia.  Al-Quran adalah laksana benteng yang kokoh dalam mencegah tipuan dan godaan syaitan. Mari jadikan Al-Quran sebagai pelajaran dan petunjuk hidup manusia. Informasi Allah dalam Al-Quran surat Yunus ayat 57,
artinya : “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”. Allah menegaskan bahwa sungguh telah datang kepada manusia Al-Quran yang memberikan petunjuk kepada jalan yang lurus dan mengeluarkan manusia dari kegelapan. Maka sangat bijak apabila kita hendak membangun sebuah peradaban berpegang teguh kepada ajaran ilahi. Jadikan Al-Quran sebagai pelajaran dari Tuhan yang Maha Berilmu. Semua pelajaran (ilmu) dalam kehidupan ini ada di dalam Al-Quran, lihat firman Allah surat Al-Baqoroh (2) ayat 31 yang artinya:” Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (ilmu pengetahuan) seluruhnya…….

Sebagai ilmu pengetahuan, Al-Qur’an mengandung ajaran yang baik untuk kehidupan kita secara pribadi maupun untuk seluruh ummat manusia. Seluruh cabang ilmu pengetahuan baik yang datang terdahulu maupun masa akan datang, baik yang telah diketahui maupun belum, semuanya bersumber dari ajaran Tuhan, jadi jangan kita mendikotomikan ilmu. Bagi yang memisahkan bahwa ini ilmu agama dan itu ilmu umum mesti merobah paradigma berfikirnya. Membangun peradaban manusia yang paling utama adalah mempersiapkan anak bangsa dengan sistem pendidikan yang mumpuni agar kelak memiliki wawasan luas tentang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, genarasi yang memiliki IPTEK dan IMTAQ yang berimbang (Ilmu Pengetahuan Teknologi) yang tinggi serta beriman dan bertaqwa.

Sebagai petunjuk bagi manusia, ayat-ayat yang ada dalam Al-Quran berisi ajaran yang sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Mampu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan manusia, baik perihal hubungan vertikal kepada Allah maupun hubungan horizontal sesama manusia termasuk di dalamnya tentang etika bermasyarakat. Maka, jikalau manusia sudah mampu memahami isi Al-Quran, menjadikan petunjuk bagi kehidupan, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari maka prilakunya dapat dipastikan tidak bertentangan terhadap norma-norma kehidupan. Dengan demikian, peradaban manusia, khususnya peradaban masyarakat umat islam akan lebih terpandang dan disegani umat-umat lain di muka bumi ini.

Sebagai rahmat bagi insan yang beriman, ketika petunjukNya sudah kita amalkan, maka ia akan menciptakan ketenangan bagi kita, jauh dari rasa resah dan gelisah atau rasa galau. Seorang mu’min harus siap menghadapi berbagai permasalahan hidup dan kehidupan serta mampu menghantarkan dirinya dan lingkungan masyarakat kepada kehidupan yang bahagia baik dunia maupun di akhirat. Dengan itu, akan terjadi sebuah peradaban manusia yang kuat akidahnya yang siap menghadapi apapun rintangan dan tantangan hidup yang menghalanginya.

Intinya, Membangun Suatu Peradaban Yang berdasarkan Ajaran Tuhan adalah menjadikan Al-Quran sebagai petunjuk dan pedoman hidup kita, menuju manusia yang Qurani. Marilah kita baca Al-Quran dan kita pahami maknanya serta selanjutnya kita amalkan. Dengan demikian kita dapat meraih hidup penuh kebahagian baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara maupun lingkungan masyarakat antar bangsa. Merupakan dambaan setiap insan dapat merasakan hidup bahagia, baik duniawi maupun ukhrowi.

Salam sukses selalu buat Bapak, ibu dan donatur serta para pembaca yang di ridhoi Allah. ooOoo.



Salurkan Zakat, Infaq, Shodaqoh & Wakaf Anda melalui YASIBU
.
.
Panti Asuhan Yasibu. Jl. Babatan 3 rt:2 rw:3 Kel. Arjowinangun, Kec. Kedungkandang, Kota Malang. 
Telp. 085100767634/ 085895765600
ato Transfer ke nomer rekening:
#bankmandiri : 1440012576986
#bankbri : 6381-01-011934-53-5
#brisyariah : 1005333818
a/n. Yayasan Insan Indonesia Bersatu (yasibu)
Atau Layanan Jemput Zakat ke Kediaman anda
wa

4 Taladan Nabi Muhammad ini Buat Kalian Menjadi Pemimpin Hebat


Di masa sekarang ini kita cukup prihatin melihat kehidupan sosial masyarakat disekitar kita. Dimana perilaku keteladanan jarang sekali kita temukan. Individu masyarakat larut dengan pola hidup mementingkan diri sendiri sehingga berdampak tidak adanya sosok figur yang pantas dijadikan sebagai panutan.
   Akan tetapi sebagai muslim kita tidak boleh berputus asa dengan potret kehidupan sosial kita yang cenderung individualisme ini, sebab Allah telah memerintahkan kepada kita untuk menteladani Rasulullah sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an surat Al ahdzab (33) ayat 21 yang artinya:”Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah”.
   Untuk itu marilah kita lihat sosok Nabi Muhammad Saw dalam perjalanan kehidupannya. Menurut ahli sejarah, Rasulullah Muhammad adalah seorang pemimpin Negara yang ulung, pemimpin spiritual yang taat, pedagang yang di percaya dan seorang pendidik yang cerdas.


1.Nabi Muhammad Saw Sebagai Negarawan Yang Ulung
   Nabi telah berhasil membangun peradaban di Madinah dengan terwujudnya kesejahteraan dan keadilan ditengah-tengah kehidupan masyarakat, kita kenal istilah Madinatul Munawaroh (toto tentrem kerto raharjo gemah ripah loh jinawi). Ini disebabkan Nabi dalam mengurus pemerintahan mengedepankan sifat siddiq (benar, jujur). Sementara jika kita lihat para penyelenggara Negara hari ini, sifat jujur yang dimiliki merupakan barang yang sangat langka dan mahal sehingga tugas untuk membangun peradaban Indonesia demi terwujudnya kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat masih menjadi tanda tanya. Kita butuh berapa pemilu lagi? Atau mungkin kita tidak bisa mewujudkannya, sebab banyak para penyelenggara Negara hanya memikirkan dirinya sendiri dan keluarganya atau kelompoknya dari pada kepentingan rakyat. Kecuali adanya perubahan yang signifikan sebagaimana perilaku Nabi, dimana beliau sampai menjelang ajalnya saja yang keluar dari mulut Nabi ummati…ummati…ummati (rakyatku…3x). Begitulah Nabi sangat mencintai rakyatnya wajar saja kesejahteraan dan keadilan dapat terwujud, karena mencintai rakyat berarti memenuhi keinginannya. Bukankah keinginan rakyat di belahan dunia manapun menginginkan kehidupan yang adil dan sejahtera, terlebih lagi Indonesia yang di karunia sumber daya alam yang melimpah ruah. Tentunya ini bukanlah merupakan PR ( pekerjaan rumah) yang sangat sulit, asal ada komitmen dan integritas yang kuat pada diri para penyelenggara Negara ini. Kata kuncinya berjiwa siddiq (jujur), jauhkan diri dari tindak pidana korupsi dan senantiasa mencintai rakyat.

2.Nabi Muhammad Saw Sebagai Pemimpin Spiritual Sejati
   Kehidupan sehari-hari Nabi sangat taat kepada perintah dan larangan Allah. Perilaku Nabi senantiasa berlandaskan ajaran Allah, boleh di katakan beliau luput dari perbuatan-perbuatan di murkai Allah. Kemudian dalam pergaulan lintas agama, Nabi menjunjung tinggi sikap toleransi sehingga terciptalah perdamaian. Masyarakat Islam, Nasrani dan Yahudi hidup berdampingan dengan harmonis, saling menghargai, saling menghormati dan saling menyayangi layaknya seperti bersaudara. Ini karena Rasulullah menampilkan sifat tabligh (penyampai, informative)
   Jika kita lihat hari ini para alim ulama, pemuka agama dan tokoh-tokoh ormas, apakah mereka sungguh-sungguh melaksanakan perintah dan larangan Allah sehingga luput dari perbuatan-perbuatan yang di murkai Allah? Jawabannya bisa kita lihat bagaimana fenomena ummat Islam hari ini. Ada ummat yang terjerumus kepada tindakan kriminalitas, tindakan anarkis hingga melakukan aksi bom bunuh diri yang merugikan orang banyak, meskipun yang melakukan, keburukan, kejahatan tersebut hanyalah oknum akan tetapi dampaknya bisa menimbulkan pandangan negative terhadap Islam, bahkan menjadi phobia kepada Islam. Apakah ini disebabkan ummat Islam sekarang ini kehilangan sosok figur sebagai panutan yang selalu mengayomi ummat dan memberi keteladanan serta mengajarkan hidup penuh dengan toleransi seperti Nabi dahulu contohkan.


3.Nabi Muhammad Saw  Seorang Pedagang (enterpreneur) Yang di Percaya
   Di dalam aktivitas perdagangannya, Nabi adalah orang yang sangat di percaya. Semua usaha yang beliau  kelola menggunakan manajemen ajaran Allah. Para mitra bisnis maupun konsumen senang bertransaksi dengan beliau, mereka tidak pernah dirugikan sehingga semakin banyak saja orang ingin mengadakan hubungan dagang dengan Nabi, karena beliau mempunyai sifat amanah (di percaya). Konon karena sifst ini pula Sayyidah Khadijah seorang saudagar kaya tertarik untuk berbisnis dengan Nabi yang akhirnya ia menjadi istri Nabi.
   Selanjutnya bagaimana dengan para pedagang (enterpreneur) dewasa ini, kebanyakan mereka mulai dari pedagang kecil sampai pengusaha besar sulit di percaya. Aktifitas usahanya banyak merugikan orang dan bahkan bisa membahayakan orang banyak, tindakan menghalalkan segala cara untuk meraih keuntungan merupakan hal yang lumrah. Sungguh sangat jauh dengan perilaku Nabi dalam menjalankan bisnisnya, padahal seorang pedagang mestinya bisa menjadi orang yang dekat dengan Allah dan mencontoh Nabi. Lihat saja hadist Nabi yang artinya “Sembilan dari sepuluh pintu rejeki adalah perdagangan”. Dan seorang pedagang merasakan betul kesempitan maupun kelapangan rejeki yang Allah berikan karena Allah Maha pemberi rejeki, hanya saja berpulang kepada rasa syukurnya. Jika bersyukur akan di tambahkan nikmatnya dan bila ingkar adzab Allah sangat pedih. Setiap rejeki yang di terima ada hak untuk orang lain yang harus di keluarkan analoginya seperti kita makan dan minum setiap hari setelah itu pasti kita keluarkan dari tubuh kita. Apa jadinya apabila kita masukkan setiap hari makanan dan minuman kedalam tubuh kita tetapi tidak kita keluarkan? Kemudian janganlah takut kehilangan harta ketika kita bersedekah kata Nabi” Tidaklah berkurang hartamu bersedekah bahkan bertambah…bertambah.

4.Nabi Muhammad Saw Sebagai Seorang Pendidik Yang Cerdas ( Visioner )
   Perjalanan Syiar Nabi dalam menyampaikan risalah Allah banyak melahirkan hafidz (penghafal Al qur’an), wajib belajar sampai liang lahat dan sangat banyak hadist Nabi yang berhubungan dengan pendidikan. Nabi bersifat Fathonah (cerdas, visioner) mempunyai visi dan misi yang jelas mengantarkan ummat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan ini di teruskan para khalifah islam. Kejayaan Islam di tandai dengan kemajuan dunia pendidikan dimana Cordova (ibu kota Spanyol pada masa dinasti Abbasiyah thn 750M) merupakan Greatest Center of Learning di Eropa. Begitu pula kemunduran Islam dimulai setelah kehancuran total yang dialami oleh Cordova dengan musnahnya lembaga pendidikan dan buku-buku ilmu pengetahuan akibat peperangan. Namun perlu di catat peperangan masa lampau (termasuk perang salib) bukanlah perang antar agama  melainkan perang untuk merebut daerah kekuasaan yang berpengaruh terhadap aspek ekonomi dan politik. Jadi peperangan yang terjadi lebih di sebabkan oknum yang tidak senang terhadap kemajuan Islam. Mengapa dikatakan oknum karena tidak ada satu agamapun yang memperbolehkan ummatnya berbuat kejahatan dan kerusakan sehingga buku-buku ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk kehidupan seluruh manusia di lenyapkan. Oleh sebab itu  marilah hentikan pertikaian, peperangan atas nama agama, apakah itu antar agama terlebih lagi satu agama. Mari kita konsentrasi menyiapkan generasi ini dengan pendidikan yang mempunyai visi dan misi yang jelas untuk menjadikan anak bangsa ini sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Mudah-mudahan para pakar pendidikan kita bisa melahirkan system pendidikan yang bisa menjawab tantangan zaman, sebagaimana sabda Nabi” Didiklah anakmu sesuai zamannya”.

   Potensi kekayaan alam kita sangat kaya mestinya dikelola oleh bangsa ini tidak melibatkan pihak asing, bukan kita anti asing tetapi apabila anak bangsa ini mempunyai tenaga ahli yang mumpuni untuk menggali sumber daya alam negeri ini tentunya kekayaan Negara akan lebih besar yang akan kita dapatkan. Pada gilirannya Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) kita mampu untuk menjamin hidup yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia. Dan pendidikan di kehendaki bukan hanya melahirkan orang yang berteknologi tinggi tetapi juga berakhlakul karimah, anak bangsa seperti inilah yang di butuhkan di Negara yang kita banggakan ini.
   Semoga uraian di atas menyadarkan kita untuk segera kembali mencontoh sifat-sifat Nabi, jangan terjadi pengabaian terhadap uswatun hasanah. Kita mesti sadar sesadar-sadarnya bahwa kita jangan hanya meninggalkan anak cucu kita berupa materi saja tapi  wariskan kehidupan yang baik kepada mereka dengan senantiasa mencintai Allah dan menteladani Rasullullah. Salam sukses selalu buat bapak-bapak, ibu-ibu para pembaca dan para donatur yang di cintai Allah.

Salurkan Zakat Anda melalui Yayasan Insan Indonesia Bersatu (Yasibu) untuk mereka yang membutuhkan uluran tangan kita semua.
.
.
Panti Asuhan Yasibu. Jl. Babatan 3 rt:2 rw:3 Kel. Arjowinangun, Kec. Kedungkandang, Kota Malang. Telp. 085100767634 ato ke nomer rekening
• Bankmandiri : 1440012576986
• Bankbri : 6381-01-011934-53-5
• Brisyariah : 1005333818
a/n. Yayasan Insan Indonesia Bersatu (yasibu)
Atau Layanan Jemput Zakat ke Kediaman Anda

wa